Hidup Seorang Aku
Monday, March 30, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 270
9 November 2014
Cinta aku kepada kamu
ibarat bayang-bayang,
Ianya akan sentiasa
bersama kamu tanpa
kamu menyedarinya...
- 1.27 a.m -
Thursday, March 26, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 269
7 November 2014
Aku cuba membaca
rangkap puisi hatimu,
Tapi di ufuk hatimu itu
hanya ada puisi tentang dia,
Aku cuba mencari
puisi tentang aku,
Tiada bait puisi pun yang
kamu karang untuk aku,
Ianya membuatkan aku terguris...
- 10.52 p.m -
Monday, March 23, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 268
4 November 2014
Aku rasa,
Aku akan kekal begini
sehingga akhirat,
Melihat kamu tertawa
bahagia secara rahsia
dari jauh,
Sekurang-kurangnya aku
takkan kehilangan kamu terus...
- 11.09 p.m -
Sunday, March 22, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 267
3 November 2014
Rembulan seakan tersenyum kepadaku,
Menyindir sinis aku yang gila bayang...
- 12.51 a.m -
Thursday, March 19, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 266
1 November 2014
Noda - noda kehidupan mulai
mengotorkan pemandangan pagiku,
Aku telan ia satu persatu agar
aku tidak berasa lelah untuk
melawan duniya pada hari ini...
- 6.23 a.m -
Wednesday, March 18, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 265
30 Oktober 2014
Pada ceruk waktu itu,
Adanya hati yang mengalunkan
nada-nada sendu,
Masih tak berpenghuni walaupun
rindu telah berlalu...
- 12.12 a.m -
Sunday, March 15, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 264
23 Oktober 2014
Di benakku kamu
berdansa bahagia,
Aku tersenyum
pilu keseorangan...
- 12.03 a.m -
Monday, March 9, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 263
22 Oktober 2014
Masih aku ingat dengan jelas,
Kita berbahas tentang cinta,
Tentang rindu,
Tapi pada akhirnya aku hanya
faham akan derita dan sepi...
- 12.32 a.m -
Thursday, March 5, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 262
19 Oktober 2014
Dalam bingit malam kota,
Aku berpuisi,
Sambil menghirup udara basi,
Ianya meracun aku mati...
- 11.28 p.m -
Monday, March 2, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 261
17 Oktober 2014
Ketika malam semakin membisu,
Aku masih mempersoalkan
tentang kita,
Ia tetap juga seperti dulu,
Hanya angin kehampaan yang
membawa jawapan kosong,
Mujurlah ada embun pagi,
Yang setia menemani aku
meratap hingga ke pagi...
- 12.40 a.m -
‹
›
Home
View web version