Hidup Seorang Aku
Thursday, April 30, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 279
28 November 2014
Dalam puisiku,
Kau adalah pagi indah
yang di temani cahaya mentari
yang terbit di kaki bukit,
Sedangkan aku adalah malam
yang malang setelah di tendang
pergi oleh cahaya mentari pagi...
- 6.17 a.m -
Monday, April 27, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 278
20 November 2014
Di balik angin
yang dingin itu,
Tersembunyinya rindu
yang di balas sepi...
- 12.51 a.m -
Thursday, April 23, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 277
18 November 2014
Sejak mengenali kamu,
Kewarasan aku semakin hilang...
- 1.15 a.m -
Monday, April 20, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 276
17 November 2014
Aku amat menyintaimu,
Seperti angin dingin yang
datang mengucup pipiku,
Ianya ada tetapi tidak dapat
di lihat dengan hatimu...
- 12.56 a.m -
Friday, April 17, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 275
15 November 2014
Aku sarungkan benci
sebagai selimutku,
Agar aku tak terus dingin
di jamah rindu kepadamu...
- 11.37 p.m -
Monday, April 13, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 274
12 November 2014
Saat embun membasahi aku,
Aku masih lagi membatu
kaku menunggu kamu,
Sehingga akhirnya aku di
jemput angin kehampaan,
Lalu aku hilang sendirian...
- 11.31 p.m -
Thursday, April 9, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 273
12 November 2014
Aku petik sebiji bintang
buat menemani mimpimu,
Ok aku tipu!!!
Aku tak mampu,
Aku hanya mampu
menghadiahkan sepotong
doa buat kebahagiaanmu...
- 12.52 a.m -
Sunday, April 5, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 272
11 November 2014
Dalam kepekatan gelap malam,
Aku meraba mencari kejujuran
yang hilang di balik kemajuan...
- 1.13 a.m -
Friday, April 3, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 271
10 November 2014
Di langit malam,
Bintang-bintang sedang
berdansa di atas sana,
Seperti kanak-kanak riang,
Hanya kegembiraan
bersama mereka,
Langsung tak runsing tentang
sebarang masalah kehidupan,
Alangkah indahnya jika aku
dapat jadi bintang atau
kanak-kanak kembali...
- 1.10 a.m -
‹
›
Home
View web version