Hidup Seorang Aku
Sunday, May 31, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 288
29 Disember 2014
Pagi kelihatan suram tanpa
mentari dan sinarnya...
- 8.43 a.m -
Tuesday, May 26, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 287
28 Disember 2014
Fizikal aku di mamah dingin
malam yang tak bersempadan,
Mental aku di mamah bara
rindu yang tak berpenghujung,
Aku terus di himpit kesunyian
di antara kedua-duanya...
- 1.11 a.m -
Friday, May 22, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 286
27 Disember 2014
Hujan dingin,
Aku tak faham,
Kenapa mereka masih buta,
Kau bukanlah bencana,
Kau adalah peringatan
buat mereka yang lupa...
- 1.01 a.m -
Monday, May 18, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 285
16 Disember 2014
Tiada waktu dan ketika
yang mampu menyatukan kita,
Hanya malam mampu
menyatukan kita di dalam mimpi...
- 12.51 a.m -
Friday, May 15, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 284
11 Disember 2014
Pada jernih bulan,
Wajahmu tetap
tidak kelihatan,
Hanya ada puisi rindu,
Liar tanpa haluan...
- 12.45 a.m -
Tuesday, May 12, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 283
9 Disember 2014
Dalam gelap yang pekat,
Aku berjalan tanpa jiwa,
Tiada apa-apa,
Kosong,
Seperti kegelapan
yang menakutkan ini...
- 11.44 p.m -
Sunday, May 10, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 282
8 Disember 2014
Duhai mendung,
Mengapa kau menghadirkan
kemuraman buat awan
yang indah,
Mujur adanya sang hujan
yang membasuh kemuraman itu,
Kini awan kembali indah
seperti selalu...
- 11.11 p.m -
Thursday, May 7, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 281
4 Disember 2014
Andainya rindu ini
dapat dinyahkan,
Pasti segala kekusutan
tentang kamu akan
turut hilang...
- 12.50 a.m -
Sunday, May 3, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 280
3 Disember 2014
Terima kasih sang senja,
Kerna menyedarkan aku
bahawa masih terdapat lagi
keindahan di duniya ini,
Aku sangka ianya telah
hilang bersama dia...
- 6.32 p.m -
‹
›
Home
View web version