Hidup Seorang Aku
Monday, August 31, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 303
9 Februari 2015
Bunuhlah aku,
Agar kamu mengerti
bahawa aku ini
manusia biasa,
Jangan kamu hanya
pandang aku
dengan mata,
Pandanglah aku
dengan hati juga,
Maka kamu akan
memahami segalanya...
- 11.01 p.m -
Tuesday, August 25, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 302
8 Februari 2015
Aku hanya mencoretkan
puisi kosong,
Tapi angin kenanganlah
yang menjadikannya satu
catatan diari sepi yang sedih...
- 11.19 p.m -
Saturday, August 22, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 301
2 Februari 2015
Malam aku rasakan sangat panjang,
Tak sabar rasanya menunggu esok pagi,
Agar aku dapat bertemu dengan kamu lagi...
- 11.06 p.m -
Monday, August 17, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 300
25 Januari 2015
Kau memijak aku dengan fitnah,
Kamu memukul aku dengan amarah,
Dia memusnahkan aku dengan benci,
Mereka mencincang aku dengan penindasan,
Kau kamu dia dan mereka nak
sangat tengok aku mati,
Namun begitu aku masih lagi bernafas,
Tuhan masih memberi aku nyawa
untuk terus melawan,
Kerana masa aku masih belum sampai...
- 12.02 a.m -
Friday, August 14, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 299
23 Januari 2015
Manusia seperti juga cuaca,
Sentiasa berubah dan
sukar untuk di ramal...
- 11.24 p.m -
Saturday, August 8, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 298
14 Januari 2015
Hati aku yang meliar seakan-akan
tiada siapa yang dapat menjinakkannya...
- 10.09 p.m -
Tuesday, August 4, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 297
14 Januari 2015
Rindu dan cinta ini tetap
juga tumbuh subur,
Walaupun telah berkali-kali
aku meracunnya agar mati...
- 12.55 a.m -
Saturday, August 1, 2015
Jurnal Sang Celaru - Nota 296
12 Januari 2015
Duhai malam,
Sudah puas aku
mencoret tentang cinta,
Sudah muak aku
berbicara tentang rindu,
Sudah bosan aku
bernyanyi tentang duka,
Apa kata saat ini aku
berpuisi tentang bahagia pula,
Agar hati yang layu
akan kembali berbunga...
- 12.29 a.m -
‹
›
Home
View web version